Kamis, 26 Oktober 2017

Representasi Pengetahuan


Nama     :Surya Nuryaman
NPM      :16115722
KELAS  :3KA10
DOSEN  :Essy Malays Sari Sakti


Representasi dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi tsb. Dapat di akses oleh prosedur pemecahan permasalahan.Bahasa repsentasi harusa dapat membuat seorang pemrogram mampu mengekspresikan pengetauan yang di pelukan untuk mendapatkan solusi permasalahan.
 
    1. Rekayasa ontologi
            Teknik ontologi dalam ilmu komputer dan ilmu informasi adalah bidang yang 
mempelajari metode dan metodologi untuk membangun ontologi: representasi formal dari 
sekumpulan konsep dalam domain dan hubungan antara konsep-konsep tersebut. 
Representasi konsep abstrak berskala besar seperti tindakan, waktu, objek fisik dan 
kepercayaan akan menjadi contoh teknik ontologis.
  
2.  Pengkategorian dan Objek

       Pengorganisasian objek ke dalam kategori adalah bagian penting dari representasi pengetahuan. 
Meskipun interaksi dengan dunia terjadi pada tingkat objek individual, banyak penalaran terjadi pada 
tingkat kategori. Misalnya, pembelanja biasanya memiliki tujuan membeli bola basket, bukan 
bola basket tertentu seperti BB9. Kategori juga berfungsi untuk membuat prediksi tentang objek 
begitu mereka diklasifikasikan. Seseorang menyimpulkan adanya objek tertentu dari input perseptual, 
kategori kategori dari kategori yang dirasakan dari objek, dan kemudian menggunakan
informasi kategori untuk membuat prediksi tentang objek.

Pengkategorian dan objek terdiri dari :

  • komposisi fisik
  • pengukuran
  • substansi dan objek

3.Aksi, situasi dan kejadian/event

·        Aksi 

Adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan suatu kejadian.
·         Situasi

Keadaan sekitar yang sedang berlangsung.

·         Kejadian/event

Sesuatu yang sedang terjadi di sebuah lingkungan dimana terjadi pada waktu yang sedang berlangsung maupun yang telah terjadi.

   4.  Mental event dan mental objek: pengetahuan dan kepercayaan,pengetahuan waktu dan aksi.

Pengetahuan dan kepercayaan 

     Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh manusia, atau pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indrawi. Pengetahuan akan muncul ketika orang menggunakan akal atau indranya untuk mengenali benda atau peristiwa tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan. Misalnya, saat pertama kali orang makan cabai maka Dia akan tahu bagaimana rasa cabai itu, bentuknya, warnanya, atau bahkan akan bertanya-tanya apa zat-zat apa yang dikandungnya.


    Pengetahuan empiris menekankan pada pengamatan dan pengalaman indrawi, sedangkan pengetahuan rasional didapatkan melalui akal budi. Misalnya, orang mengetahui bahwa cabai rasanya pedas karena dia pernah memakannya. Tidak mungkin hanya dengan dipikir-pikir orang itu akan mengetahui bahwa rasa cabai adalah pedas. Nemun, pernyataan 1+1=2 adalah hasil dari pemikiran (akal) manusia, bukan merupakan suatu pengamatan empiris.


    Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan manusia saat dia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Maksudnya adalah orang akan merasa yakin kalau apa yang mereka ketahui adalah benar. Jadi, keyakinan terjadi setelah orang percaya adanya suatu kebenaran.


    Menurut teori kebenaran sebagai kesesuaian, keyakinan adalah suatu pernyataan yang tidak disertai bukti yang nyata. Misalnya, petir disebabkan oleh amukan para dewa. Pernyataan ini tidak bisa dibuktikan, sehingga hanya bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan. Sementara pernyataan petir disebabkan kerena adanya tabrakan antara awan yang bermuatan positif dan negative adalah suatu kebenaran, karena dapat dibuktikan. Sehingga pernyataan ini disebut sebagai pengetahuan.


Ada dua istilah yang berhubungan dengan keyakinan dan pengetahuan.


1. Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib. Orang yang lebih percaya pada sesuatu yang aneh(karena tidak tahu sebabnya) sebagai kekuatan magis


2. Naturalisme, berarti sesuatu yang alami.

   5. Sistem penalaran untuk pengkategorian : jaringan semantik , logika deskripsi

Jaringan semantik


Jaringan semantik adalah gambaran pengetahuan grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek, terdiri dari lingkaran-lingkaran yang dihubungkan dengan anak panah yang menunjukkan objek dan informasi tentang objek-objek tersebut.

Dalam mata kuliah Pengantar Kecerdasan Buatan script merupakan representasi pengetahuan berdasarkan karakteristik yang sudah dikenal sebagai pengalaman-pengalaman yang menggambarkan urutan peristiwa.


Terdapat enam elemen script, yaitu :


1. Kondisi input, merupakan kondisi yang harus dipenuhi sebelum terjadi


2. Track, yaitu variasi kemungkinan yang terjadi


3. Prop, yaitu objek yang digunakan dalam suatu peristiwa


4. Role, yaitu peran dalam suatu peristiwa


5. Scene, yaitu adegan dalam suatu peristiwa


6. Hasil, yaitu kondisi setelah terjadinya urutan peristiwa



Deskripsi logika


deskripsi logika (deskripsi jamak logika) (logika) Salah satu keluarga bahasa representasi pengetahuan yang dapat digunakan untuk mewakili definisi konsep domain aplikasi (dikenal sebagai pengetahuan terminologi) dalam cara yang terstruktur dan formal dipahami dengan baik.

   6.    Penalaran dengan informasi default

Manusia memecahkan masalah melalui kombinasi antara fakta dan pengetahuan (knowledge). Penalaran (reasoning) adalah proses yang berhubungan dengan pengetahuan, fakta, dan strategi pemecahan masalah (problem solving) untuk mendapatkan konklusi/penyelesaian. Berbagai metode penalaran yang lazim adalah deduksi, induksi, abduktip, analogi, dan akal sehat, berikut ini penjelasan singkatnya.


Deduksi (deduction)Manusia menggunakan deduksi untuk mendapatkan informasi baru dari informasi yang sudah diketahui (pengetahuan) yang ada relasinya. Penalaran deduksi menggunakan fakta-fakta dari masalah yang ada dan pengetahuan umum yang sesuai yang pada umumnya berbentuk aturan (rules) atau implikasi (implications), jadi dari hal yang umum, dikenakan pada hal yang khusus, model deduksi adalah:


Fakta + Rule -> Efek dengan rule dalam bentuk:


If <cause/premise> then <effect/conclusion>


Jika <sebab/premis> Maka <akibat/konklusi>


     Sebagai contoh:


Aturan/implikasi: Jika saya berdiri di hujan, maka saya akan basah.


Fakta/premis : saya berdiri di hujan


Konklusi : saya akan basah


Penalaran deduksi sangat menarik secara logika dan merupakan teknik solusi masalah yang paling umum digunakan oleh manusia. Aturan inferensi (penyimpulan) yang disebut modus ponens adalah bentuk dasar dari penalaran deduksi dengan formula sbb.:


Jika A adalah benar, dan Jika A maka B adalah benar, maka B adalah benar


Induksi (Induction)
Manusia menggunakan induksi untuk mendapatkan kesimpulan umum (general conclusion) dari sekumpulan/himpunan fakta melalui proses generalisasi. Ini bagaikan transisi dari jumlah sedikit ke semua. Model induksi adalah:
Cause + Effect -> Rule

Proses induksi dijelaskan oleh Firebaugh (1988) sbb.:

Untuk suatu himpunan objek X = {a,b,c,d, …}, jika sifat P adalah benar untuk a, dan jika sifat P adalah benar untuk b, dan jika sifat P adalah benar untuk c, …, maka sifat P adalah benar untuk semua X.

      Sebagai contoh:

Fakta/premis : aluminium dipanaskan memuai
Fakta/premis : besi dipanaskan memuai
Fakta/premis : tembaga dipanaskan memuai

Konklusi : secara umum, semua besi bila dipanaskan akan memuai


Abduktip (Abductive)
Abduktip adalah bentuk deduksi yang memungkinkan menarik kesimpulan yang bersifat “plausible”. Plausible (masuk akal) adalah konklusi yang ditarik dari informasi yang tersedia, namun ada kemungkinan konklusi itu salah, jadi model abduktip adalah:

Jika B adalah benar, dan Jika A maka B adalah benar, maka A adalah benar?

Atau effect + rule -> cause

Sebagai contoh:

Aturan : Tanah basah jika hari hujan.

Fakta : Tanah basah.

Konklusi : Hari hujan?

Jadi, diberikan fakta satu-satunya bahwa tanah basah, penyimpulan plausible menghasilkan konklusi hari hujan. Padahal, konklusi ini bisa salah, karena ada banyak hal yang menyebabkan tanah basah, misalnya seseorang siram-siram tanaman. Abduktip, sebagai salah satu metode penalaran, sering dipakai oleh dokter dalam mendiagnose pasien, maka diagnose dapat saja salah.


Analogi
Manusia membentuk model mental tentang konsep melalui pengalaman. Manusia menggunakan model ini melalui penalaran analogi untuk membantu memahami suatu masalah/situasi. Mereka lalu menarik analogi diantara masalah dan model, mencari kesamaan dan perbedaan untuk dapat menyimpulkan.

     Sebagai contoh:

Misalkan seorang dokter yang sudah puluhan tahun praktek, maka pengalamannya dalam bentuk kasus-kasus sudah sedemikian banyaknya. Bila kasus-kasus tersebut dapat disimpan secara cerdik dalam database kasus, maka dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah baru bagi pasien baru tanpa dokter itu hadir (otomasi). Pasien baru memasukan karakter berikut data-data (keluhan) dari sakitnya, kemudian sistem mencari kasus pasien lama yang serupa keluhannya untuk ditampilkan solusinya, yaitu obat beserta dosisnya. Pengalaman adalah guru terbaik, maka pengalaman perlu disimpan secara cerdik untuk memecahkan persoalan baru yang mirip!


Akal Sehat (Common-sense)

Lewat pengalaman, manusia belajar memecahkan persoalan secara effisien. Mereka menggunakan akal sehat untuk dengan cepat menarik kesimpulan. Akal sehat lebih cenderung berdasar pada kebijakan-kebijakan (judgments) yang baik daripada logika yang eksak. Contoh akal sehat adalah: Di suatu bengkel ditemukan suara klik-klik-klik dalam mesin sepeda motor, seorang montir yang berpengalaman, tanpa membongkar mesinnya, langsung dapat menyimpulkan bahwa ring piston pada silinder mesin itu perlu diganti. Pengetahuan akal sehat ini diperoleh dari pengalamannya mengerjakan banyak sepeda motor selama bertahun-tahun. Jenis pengetahuan seperti ini disebut sebagai heuristik (heuristic) atau rule-of-thumb. Akal sehat tidak menjamin ditemukannya solusi, namun ia menjamin kecepatan menemukan solusi.


Penalaran Tidak Monoton (non-monotonic)
Penalaran pada suatu masalah pada umumnya menggunakan informasi yang statis, artinya selama melakukan penyelesaian masalah, keadaan (nilai benar atau salah) bermacam fakta dianggap tetap konstan. Penalaran semacam ini disebut sebagai penalaran monoton (monotonic reasoning). Dalam beberapa masalah, ditemukan bahwa keadaan beberapa fakta (variabel) bersifat dinamis, sebagai ilustrasi adalah aturan sbb.:


IF Angin berhembus


THEN Kursi goyang akan berayun


Kemudian coba amati kejadian berikut, lalu apa yang terjadi dengan aturan diatas:


Hei, ada angin topan! -> ada Angin berhembus -> Kursi berayun


Seiring berlalunya angin topan, kita berharap kursi berayun. Namun, saat angin topan telah berlalu, kita berharap bahwa kursi sudah berhenti berayun. Namun sistem yang menggunakan penalaran monoton akan tetap menganggap bahwa kursi tetap berayun!


Manusia dengan ke enam inderanya tidak merasa sulit untuk mengikuti perubahan status informasi variabel yang dinamis. Bila terjadi perubahan yang dinamis, mereka dengan mudah menyesuaikan diri. Gaya penalaran semacam ini disebut penalaran yang tidak monoton. Untuk bidang AI, seperti expert system, dibutuhkan suatu sistem untuk memelihara kebenaran yang dinamis bila ingin melakukan penalaran yang tidak monoton.
Referensi:

Kamis, 19 Oktober 2017

Logika Orde Pertama (First-Order Logic)

Nama:Surya Nuryaman
NPM:16115722
Kelas:3KA10
Dosen: Essy Malays Sari Sakti




Logika Orde Pertama (First-Order Logic)

First-order logic itu salah satu jenis sistem formal, yang digunakan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan.

Dalam first-order logic, setiap pernyataan dianggap memiliki predikat. Predikat itu dapat menghubungkan pernyataan yang satu dengan yang lain.

Kalimat-kalimat dalam first-order-logic dibuat dengan format P( X,  Y). P adalah predikat dan X adalah subjek. Y adalah objek, yang merupakan variabel yang opsional.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
Kalimat asli: James makan apel.
Kalimat FOL: makan(James, apel)

Kalimat FOL dapat juga diberikan kuantor dan tanda-tanda logika lain, seperti berikut:
Kalimat asli: James suka daging dan Daisy suka sayur.
Kalimat FOL: suka(James, daging) ^ suka(Daisy, sayur)

Pembuktian
Ada dua cara untuk melakukan pembuktian menggunakan FOL, yaitu backward chaining dan proof by resolution.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja dijelaskan melalui contoh soal.

Misalkan ada kalimat-kalimat berikut:

1.       Thomas adalah seorang raja Inggris.
2.      Tina tinggal di kerajaan Inggris.
3.      Semua orang yang tinggal di kerajaan bahagia ketika raja baik.
4.      Thomas baik.
Lalu ditanyakan apakah Tina bahagia.

Pertama-tama, dibuat dulu bentuk FOL-nya, yaitu seperti berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      X, Y, Z: Tinggal(X, Y) ^ Raja(Z, Y) ^ Baik(Z) -> Bahagia(X)
4.      Baik(Thomas)
1. Cara backward chaining
Pada backward chaining, kita memulai pengecekan dengan menggunakan pertanyaan tadi sebagai awal chain. Lalu dilakukan chaining dengan premis-premis lain hingga menghasilkan nilai null.
Hasilnya adalah sebagai berikut:


2. Cara proof by resolution
Proof by resolution menggunakan teknik kontradiksi, dimana kita menggunakan premis yang berlawanan nilainya untuk membuktikan sesuatu.

Untuk melakukan proof by resolution, semua premis harus dibuat menjadi clause normal form (CNF)terlebih dahulu. Dalam CNF, semua premis tidak boleh menggunakan kuantor,  implikasi (jika X maka Y) dan biimplikasi (X jika dan hanya jika Y). Lalu, jawaban dari pertanyaan dianggap salah dan dijadikan premis. Premis baru ini dijadikan awal dari pembuktian.
CNF dari premis-premis tadi adalah sebagai berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      ~Tinggal(X1, Y1) v ~Raja(Z1, Y1) v ~Baik(Z1) v Bahagia(X1)
4.      Baik(Thomas)
5.      ~Bahagia(Tina)
Selanjutnya cara pengerjaan mirip dengan backward chaining, tetapi yang dihubungkan adalah premis dengan hasil yang berlawanan. Hasil kerjanya adalah sebagai berikut:

Propositional logic dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan fakta-fakta yang diproses menggunakan logika-logika sederhana saja. Sedangkan pada first order logic permasalahan diselesaikan dengan sentence yang merepresentasikan fakta dan term yang merepresentasikan objek. Komponen-komponen penting yang ada pada first order logic yaitu :

Objects : merupakan sesuatu yang dikenai logika-logika yang memiliki identitas untuk masing-masing individual (komputer, rumah, mobil, ...).

a.       Properties : sifat yang dimiliki oleh objek dan merupakan pembeda dengan objek lainnya (merah, besar, lingkaran, ...).

b.      Relations : aksi atau aktifitas yang menjadi penghubung antar objek dalam berelasi (saudara dari, lebih tinggi dari, bagian dari).

c.       Functions : merupakan relation yang memiliki satu nilai (ayah dari, teman baik,...).

Komponen-komponen yang sudah dijelaskan diatas disebut sebagai ontological commitment atau hal-hal apa saja yang diketahui dan dijelaskan di dalam logic yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya akan ditunjukkan beberapa jenis logic lain yang memiliki ontological commitment dan epistemological commitment (kebenaran apa yang dapat dinyatakan tentang sebuah sentence). Contoh beberapa logic lain adalah sebagai berikut :

Logic

Ontologi

Epistemological

Propositiona l logic

Facts

True/false/unk nown

First-order logic

Facts, objects, relations

True/false/unk nown

Temporal logic

Facts, objects, relations, times

True/false/unk nown

Probability theory

Facts

Degree of believe 0...1

Fuzzy logic

Degree of truth

Degree of believe 0...1



Elemen-elemen dasar terkecil yang dimiliki oleh first order logic adalah sebagai berikut :

·         Constants

Dituliskan dalam huruf besar seperti A, X, NAMA. Pada simbol konstanta ini, setiap simbol harus menyatakan secara spesifik objek yang dimaksud. Tetapi, mungkin saja satu simbol mengacu pada beberapa nama berbeda. Misalnya, MOBIL bisa mengacu pada MOBIL SEDAN, MOBIL JEEP, dan sebagainya. Oleh karena itu penulisan simbol konstanta harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerancuan atau ambiguitas.

·         Predicates

Menyatakan relasi khusus dalam suatu model yang menghubungkan antar objek yang memiliki hubungan. Misalkan Berwarna adalah suatu predicate yang memiliki beberapa nilai. Contoh : Berwarna(Mobil, Biru), Berwarna(Mobil, Merah), dan sebagainya.

·         Functions

Menyatakan relasi yang hanya membutuhkan satu nilai. Karena setiap orang hanya memiliki satu ayah, maka Ayah merupakan suatu function. Misalkan Ayah(Boediono, Zaki).

·         Variables

Dituliskan dalam huruf kecil seperti a, x, s dan sebagainya. Variable ini menyatakan simbol yang dapat digantikan oleh konstanta apapun dan bersifat dinamis.

·         Connectives

Merupakan logika yang menghubungkan di dalam suatu kalimat kompleks seperti : ∧∨ ¬ ⇒⇔

·         Equality

Merupakan logika yang membandingkan kesamaan antara dua atau lebih kalimat yang memiliki kesamaan nilai logika. Equality disimbolkan dengan tanda =

·         Quantifiers

Terdapat dua quantifier secara umum yaitu Universal quantifier () yang menyatakan sesuatu yang bersifat umumdan Existential quantifier () yang menyatakan sesuatu yang berlaku sebagian saja.



B.     Sintaks First Order Logic

Tata bahasa pada first order logic meliputi :

Ø  Terms

Merupakan ekspresi logika yang mengacu pada sebuah objek. Terms bisa berupa constant, variable, atau function. Penulisan term dapat dilihat pada contoh di bawah ini :


Text Box: function(term1,....,termn)
atau
constant
atau
variable           


Ø  Atomic sentences

Merupakan komponen yang dapat terbentuk dari Predicate(Term, ...) atau Term=Term. Atomic sentence merupakan kalimat paling sederhana dan belum memiliki komponen logika lainnya. Bentuk penulisan atomic sentences adalah sebagai berikut :



Text Box: predicate(term1,....,termn)
atau
term1 = term2


Contoh penggunaan adalah sebagai berikut :

Sepatu(Budi), Saudara(Ahmad, Anton), Memberi(Andi,Budi,KueCoklat), Saudara(Andi)=Budi, dan sebagainya.

Ø  Complex sentences

Merupakan kalimat kompleks yang tersusun dari beberapa atomic sentence yang saling terhubung berdasarkan logika dengan menggunakan connective. Bentuk penulisan dari complex sentences adalah sebagai berikut :

Complex Text Box: predicate1(term1,term2) perdicate2(term3)


Contoh penggunaan dari complex sentence adalah sebagai berikut:

o   Belajar(Andi) Pintar(Andi)

o   ¬S,S1S2,S1S2,S1 S2,S1  S2

o   Saudara(Ahmad,Andi) Saudara(Andi,Ahmad)

o   >(1, 2) ≤ (1, 2)

o   >(1, 2) ¬ > (1, 2)

o   Belajar(x, SC) Mengerti(x, AI)



C.    Semantik First Order Logic

Pada first order logic sama halnya dengan propositional logic sebuah kalimat first order logic dikatakan true terhadap sebuah model, artinya kalimat first order logic memiliki nilai kebenaran tertentu sehingga dianggap true atau false. Satu kalimat dalam first order logic dapat diinterpretasikan banyak cara dalam sebuah model. Model dalam first order logic terdiri dari :

o   Objects : elemen-elemen yang nyata ada pada permasalahan (domain elements)

o   Relations : hubungan antara elemen-elemen / objek-objek tertentu

Sebuah interpretasi mendefinisikan referent (yang dipetakan) sebagai berikut :

o   Constant symbols        : objects

o   Predicate symbols       : relations

o   Functions symbols      : functional relations

Kalimat first order logic memiliki maksud kalimat atomik predicate(term1,...,term2) dikatakan bernilai true dalam model m di bawah unterpretasi i jika dan hanya jika object yang di-refer (term1, ... , term2) di bawah i terhubung oleh relation yang di refer oleh predicate dalam m.



Ilustrasi pada gambar diatas menggambarkan komponen-komponen yang ada pada first order logic. Pada ilustrasi digambarkan bahwa terdapat orang dan raja. Hubungan keduanya adalah sebagai saudara satu dengan lainnya. Dari gambar tersebut dapat dilihat masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

·      Object

Ilustrasi menggambarkan ada seorang raja dan orang biasa, dapat kita ambil contoh objek yang ada adalah orang, raja, kaki raja dan kaki orang. Objek memiliki identitas tertentu yang nantinya akan melalui proses logika.



·      Function

function merupakan hubungan yang hanya membutuhkan satu nilai untuk satu objek, contoh pada ilustrasi adalah kaki digunakan oleh orang untuk berjalan.



·      Relation

menyatakan hubungan antar objek yang memiliki relasi tertentu, pada gambar ilustrasi terdapat relasi saudara antara orang dan raja.



2.4 Quantifiers

·      Universal quantifiers

Universal menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat umum. Simbol yang memiliki makna "untuk semua atau setiap" atau "for all" terhadap sebuah variabel x yang disimbolkan dengan x berarti bahwa kalimat tersebut berlaku untuk setiap objek x. Contoh permasalahan pada first order logic yang menggunakan Universal Quantifiers adalah sebagai berikut : Misalkan ada kalimat "Ikhsan adalah anak kecil", kalimat ini akan dinyatakan sebagai AnakKecil(Ikhsan), dan ada kalimat "Andi suka permen" dinyatakan sebagai Suka(Andi,Permen). Jika kita ingin membuat kalimat "Untuk setiap objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen". Maka kalimat dapat kita tuliskan pada bentuk first order logic sebagai:

x AnakKecil(x)Suka(x,Permen) kalimat tersebut akan bernilai benar jika dan hanya jika semua kalimat di bawah ini benar.

AnakKecil(Budi) Suka(Budi,Permen) AnakKecil(Rahmad)Suka(Rahmad,Permen) AnakKecil(Anton) Suka(Anton,Permen)



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logika pada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.



·      Existential quantifiers

Existential menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat khusus. Artinya hanya beberapa bagian atau sebagian saja dari keseluruhan himpunan. Logika ini merupakan kebalikan dari logika Universal. Logika ini disimbolkan dengan yang memiliki makna "There Exist" atau (ada satu atau beberapa). Kita dapat menyatakan kalimat "Ada objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen" menjadi first order logic sebagai berikut:



x AnakKecil(x) SukaPermen(x).



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logikapada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.

2.5Equality

Equality merupakan pembandingan terhadap dua kalimat atau term yang memiliki nilai logika true atau false. Kedua kalimat dianggap sama jika memiliki nilai logika yang sama. Term1 =Term2 akan diinterpretasikan benar jika dan hanya jika memiliki nilai yang sama. Contoh bentuk dari equality adalah sebagai berikut :

Equality

x,ySaudara(x,y)   [¬ (x = y) m,f ¬ (m = f) OrangTua(m,x) OrangTua(f,x)  OrangTua (m,y) OrangTua (f,y)]


2.6 Inferensi pada First Order Logic

Proses Inferensi pada First Order Logic menggunakan 7 aturan inferensi yang digunakan pada Propositional Logic, dengan ditambah aturan yang lebih kompleks sehubungan dengan quantifiers, sebagai berikut :

1. Inference Rules Involving Quantifiers

SUBST(Ѳ,α): untuk menotasikan hasil dari pengaplikasian operasi subsitusi Ѳ terhadap sentence α.

SUBST({x/Andi, y/Budi}, Saudara(x,y)) = Saudara(Andi, Budi).

2. UniversalElimination:

Untuk setiap sentence α,variable v,dan ground erm(term yang tidak berisi variabel) g :

Dari x Suka(x, Membaca), dapat digunakan substitusi {x/Andi} dan melakukan inferensi bahwa Suka(Andi, Membaca)



3. Existential Elimination:

untuk setiap sentence , variabel v, dan simbol konstanta k yang tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan:

Dari x Membunuh(x, Korban), kita dapat menyimpulkan Membunuh{Penjahat, Korban}, selama Penjahat tidak tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan.

1.    Existential Introduction:

untuk setiap sentence , variabel v yang tidak terjadi pada , dan ground term g yang terjadi pada :

Dari Suka(Budi, Membaca) kita dapat menyimpulkan xSuka(x, Membaca).



6.1          Percobaan/ Review / Contoh Kode Program (Jika memang ada)

terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut :

-          Andi adalah seorang mahasiswa

-          Andi masuk Jurusan elektro

-          Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa Teknik

-          Kalkulus adalah matakuliah yang sulit

-          Setiap mahasiswa Teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya

-          Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah

-          Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah tersebut.

-          Andi tidak pernah hadir kuliah matakuliah kalkulus

• Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke bentuk logika predikat :

a.    mahasiswa(Andi)

b.    Elektro(Andi)

c.    x: Elektro(x) ->Teknik(x)

d.    sulit(Kalkulus)

e.    x: Teknik(x) -> suka(x, Kalkulus) benci(x, Kalkulus)

f.     x:y : suka(x,y)

g.    x: y: mahasiswa(x) sulit(y) ~hadir(x,y) ->~suka(x,y)

h.    ~hadir(Andi, Kalkulus)

• Kemudian dibuat dalam bentuk klausa :

1.    mahasiswa(Andi)

2.    Elektro(Andi)

3.    ~Elektro(x1) Teknik(x1)

4.    sulit(Kalkulus)

5.    ~Teknik(x2) suka(x2, Kalkulus) benci(x2, Kalkulus)

6.    suka(x3,f1(x3))

7.     ~mahasiswa(x4) ~sulit(y1) hadir(x4,y1) ~suka(x4,y1)

8.    ~hadir(Andi,Kalkulus)

• Akan dibuktikan apakah “Andi benci kalkulus” atau dapat ditulis benci(Andi,Kalkulus) ­



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists

Rekayasa pengetahuan pada logika orde pertama

1.      Identify the task.
2.      Assemble the relevant knowledge.
3.      Decide on a vocabulary of predicates, functions, and constants.
4.      Encode general knowledge about the domain
5.      Encode a description of the specific problem instance.
6.      Pose queries to the inference procedure and get answers.
7.      Debug the knowledge base.

Logika proposisi vs. Inferensi Logika Orde Pertama



        Bagian ini dan selanjutnya mengenalkan ide-ide yang mendasari sistem inferensi logis modern.
Kita mulai dengan beberapa aturan inferensi sederhana yang bisa diterapkan pada kalimat dengan
quantifiers untuk mendapatkan kalimat tanpa tanda pengenal. Aturan ini secara alami mengarah
pada gagasan bahwa pesanan pertama Kesimpulan dapat dilakukan dengan mengubah basis
pengetahuan menjadi logika dan penggunaan proposisional Inferensi proposisional,
yang sudah kita ketahui bagaimana melakukannya.Bagian selanjutnya menunjukkan sebuah
 jalan pintas yang jelas, mengarah ke metode inferensi yang memanipulasi kalimat orde pertama
secara langsung.


Unifikasi dan Lifting

Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut. Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
Dua atom (konstanta atau peubah) adalah identik.
Dua daftar identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
Sebuah konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat kepada konstanta.
Sebuah peubah tak terikat dipersatukan dengan sebuah peubah terikat.
Sebuah peubah terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
Dua peubah tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang sama (peubah atau konstanta).
Dua peubah terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke atom yang sama (peubah atau konstanta)
First-order logic itu salah satu jenis sistem formal, yang digunakan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan.

Dalam first-order logic, setiap pernyataan dianggap memiliki predikat. Predikat itu dapat menghubungkan pernyataan yang satu dengan yang lain.

Kalimat-kalimat dalam first-order-logic dibuat dengan format P( X,  Y). P adalah predikat dan X adalah subjek. Y adalah objek, yang merupakan variabel yang opsional.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
Kalimat asli: James makan apel.
Kalimat FOL: makan(James, apel)

Kalimat FOL dapat juga diberikan kuantor dan tanda-tanda logika lain, seperti berikut:
Kalimat asli: James suka daging dan Daisy suka sayur.
Kalimat FOL: suka(James, daging) ^ suka(Daisy, sayur)

Pembuktian
Ada dua cara untuk melakukan pembuktian menggunakan FOL, yaitu backward chaining dan proof by resolution.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja dijelaskan melalui contoh soal.

Misalkan ada kalimat-kalimat berikut:

1.       Thomas adalah seorang raja Inggris.
2.      Tina tinggal di kerajaan Inggris.
3.      Semua orang yang tinggal di kerajaan bahagia ketika raja baik.
4.      Thomas baik.
Lalu ditanyakan apakah Tina bahagia.

Pertama-tama, dibuat dulu bentuk FOL-nya, yaitu seperti berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      X, Y, Z: Tinggal(X, Y) ^ Raja(Z, Y) ^ Baik(Z) -> Bahagia(X)
4.      Baik(Thomas)
1. Cara backward chaining
Pada backward chaining, kita memulai pengecekan dengan menggunakan pertanyaan tadi sebagai awal chain. Lalu dilakukan chaining dengan premis-premis lain hingga menghasilkan nilai null.
Hasilnya adalah sebagai berikut:


2. Cara proof by resolution
Proof by resolution menggunakan teknik kontradiksi, dimana kita menggunakan premis yang berlawanan nilainya untuk membuktikan sesuatu.

Untuk melakukan proof by resolution, semua premis harus dibuat menjadi clause normal form (CNF)terlebih dahulu. Dalam CNF, semua premis tidak boleh menggunakan kuantor,  implikasi (jika X maka Y) dan biimplikasi (X jika dan hanya jika Y). Lalu, jawaban dari pertanyaan dianggap salah dan dijadikan premis. Premis baru ini dijadikan awal dari pembuktian.
CNF dari premis-premis tadi adalah sebagai berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      ~Tinggal(X1, Y1) v ~Raja(Z1, Y1) v ~Baik(Z1) v Bahagia(X1)
4.      Baik(Thomas)
5.      ~Bahagia(Tina)
Selanjutnya cara pengerjaan mirip dengan backward chaining, tetapi yang dihubungkan adalah premis dengan hasil yang berlawanan. Hasil kerjanya adalah sebagai berikut:

Propositional logic dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan fakta-fakta yang diproses menggunakan logika-logika sederhana saja. Sedangkan pada first order logic permasalahan diselesaikan dengan sentence yang merepresentasikan fakta dan term yang merepresentasikan objek. Komponen-komponen penting yang ada pada first order logic yaitu :

Objects : merupakan sesuatu yang dikenai logika-logika yang memiliki identitas untuk masing-masing individual (komputer, rumah, mobil, ...).

a.       Properties : sifat yang dimiliki oleh objek dan merupakan pembeda dengan objek lainnya (merah, besar, lingkaran, ...).

b.      Relations : aksi atau aktifitas yang menjadi penghubung antar objek dalam berelasi (saudara dari, lebih tinggi dari, bagian dari).

c.       Functions : merupakan relation yang memiliki satu nilai (ayah dari, teman baik,...).

Komponen-komponen yang sudah dijelaskan diatas disebut sebagai ontological commitment atau hal-hal apa saja yang diketahui dan dijelaskan di dalam logic yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya akan ditunjukkan beberapa jenis logic lain yang memiliki ontological commitment dan epistemological commitment (kebenaran apa yang dapat dinyatakan tentang sebuah sentence). Contoh beberapa logic lain adalah sebagai berikut :

Logic

Ontologi

Epistemological

Propositiona l logic

Facts

True/false/unk nown

First-order logic

Facts, objects, relations

True/false/unk nown

Temporal logic

Facts, objects, relations, times

True/false/unk nown

Probability theory

Facts

Degree of believe 0...1

Fuzzy logic

Degree of truth

Degree of believe 0...1



Elemen-elemen dasar terkecil yang dimiliki oleh first order logic adalah sebagai berikut :

·         Constants

Dituliskan dalam huruf besar seperti A, X, NAMA. Pada simbol konstanta ini, setiap simbol harus menyatakan secara spesifik objek yang dimaksud. Tetapi, mungkin saja satu simbol mengacu pada beberapa nama berbeda. Misalnya, MOBIL bisa mengacu pada MOBIL SEDAN, MOBIL JEEP, dan sebagainya. Oleh karena itu penulisan simbol konstanta harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerancuan atau ambiguitas.

·         Predicates

Menyatakan relasi khusus dalam suatu model yang menghubungkan antar objek yang memiliki hubungan. Misalkan Berwarna adalah suatu predicate yang memiliki beberapa nilai. Contoh : Berwarna(Mobil, Biru), Berwarna(Mobil, Merah), dan sebagainya.

·         Functions

Menyatakan relasi yang hanya membutuhkan satu nilai. Karena setiap orang hanya memiliki satu ayah, maka Ayah merupakan suatu function. Misalkan Ayah(Boediono, Zaki).

·         Variables

Dituliskan dalam huruf kecil seperti a, x, s dan sebagainya. Variable ini menyatakan simbol yang dapat digantikan oleh konstanta apapun dan bersifat dinamis.

·         Connectives

Merupakan logika yang menghubungkan di dalam suatu kalimat kompleks seperti : ∧∨ ¬ ⇒⇔

·         Equality

Merupakan logika yang membandingkan kesamaan antara dua atau lebih kalimat yang memiliki kesamaan nilai logika. Equality disimbolkan dengan tanda =

·         Quantifiers

Terdapat dua quantifier secara umum yaitu Universal quantifier () yang menyatakan sesuatu yang bersifat umumdan Existential quantifier () yang menyatakan sesuatu yang berlaku sebagian saja.



B.     Sintaks First Order Logic

Tata bahasa pada first order logic meliputi :

Ø  Terms

Merupakan ekspresi logika yang mengacu pada sebuah objek. Terms bisa berupa constant, variable, atau function. Penulisan term dapat dilihat pada contoh di bawah ini :


Text Box: function(term1,....,termn)
atau
constant
atau
variable           


Ø  Atomic sentences

Merupakan komponen yang dapat terbentuk dari Predicate(Term, ...) atau Term=Term. Atomic sentence merupakan kalimat paling sederhana dan belum memiliki komponen logika lainnya. Bentuk penulisan atomic sentences adalah sebagai berikut :



Text Box: predicate(term1,....,termn)
atau
term1 = term2


Contoh penggunaan adalah sebagai berikut :

Sepatu(Budi), Saudara(Ahmad, Anton), Memberi(Andi,Budi,KueCoklat), Saudara(Andi)=Budi, dan sebagainya.

Ø  Complex sentences

Merupakan kalimat kompleks yang tersusun dari beberapa atomic sentence yang saling terhubung berdasarkan logika dengan menggunakan connective. Bentuk penulisan dari complex sentences adalah sebagai berikut :

Complex Text Box: predicate1(term1,term2) perdicate2(term3)


Contoh penggunaan dari complex sentence adalah sebagai berikut:

o   Belajar(Andi) Pintar(Andi)

o   ¬S,S1S2,S1S2,S1 S2,S1  S2

o   Saudara(Ahmad,Andi) Saudara(Andi,Ahmad)

o   >(1, 2) ≤ (1, 2)

o   >(1, 2) ¬ > (1, 2)

o   Belajar(x, SC) Mengerti(x, AI)



C.    Semantik First Order Logic

Pada first order logic sama halnya dengan propositional logic sebuah kalimat first order logic dikatakan true terhadap sebuah model, artinya kalimat first order logic memiliki nilai kebenaran tertentu sehingga dianggap true atau false. Satu kalimat dalam first order logic dapat diinterpretasikan banyak cara dalam sebuah model. Model dalam first order logic terdiri dari :

o   Objects : elemen-elemen yang nyata ada pada permasalahan (domain elements)

o   Relations : hubungan antara elemen-elemen / objek-objek tertentu

Sebuah interpretasi mendefinisikan referent (yang dipetakan) sebagai berikut :

o   Constant symbols        : objects

o   Predicate symbols       : relations

o   Functions symbols      : functional relations

Kalimat first order logic memiliki maksud kalimat atomik predicate(term1,...,term2) dikatakan bernilai true dalam model m di bawah unterpretasi i jika dan hanya jika object yang di-refer (term1, ... , term2) di bawah i terhubung oleh relation yang di refer oleh predicate dalam m.



Ilustrasi pada gambar diatas menggambarkan komponen-komponen yang ada pada first order logic. Pada ilustrasi digambarkan bahwa terdapat orang dan raja. Hubungan keduanya adalah sebagai saudara satu dengan lainnya. Dari gambar tersebut dapat dilihat masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

·      Object

Ilustrasi menggambarkan ada seorang raja dan orang biasa, dapat kita ambil contoh objek yang ada adalah orang, raja, kaki raja dan kaki orang. Objek memiliki identitas tertentu yang nantinya akan melalui proses logika.



·      Function

function merupakan hubungan yang hanya membutuhkan satu nilai untuk satu objek, contoh pada ilustrasi adalah kaki digunakan oleh orang untuk berjalan.



·      Relation

menyatakan hubungan antar objek yang memiliki relasi tertentu, pada gambar ilustrasi terdapat relasi saudara antara orang dan raja.



2.4 Quantifiers

·      Universal quantifiers

Universal menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat umum. Simbol yang memiliki makna "untuk semua atau setiap" atau "for all" terhadap sebuah variabel x yang disimbolkan dengan x berarti bahwa kalimat tersebut berlaku untuk setiap objek x. Contoh permasalahan pada first order logic yang menggunakan Universal Quantifiers adalah sebagai berikut : Misalkan ada kalimat "Ikhsan adalah anak kecil", kalimat ini akan dinyatakan sebagai AnakKecil(Ikhsan), dan ada kalimat "Andi suka permen" dinyatakan sebagai Suka(Andi,Permen). Jika kita ingin membuat kalimat "Untuk setiap objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen". Maka kalimat dapat kita tuliskan pada bentuk first order logic sebagai:

x AnakKecil(x)Suka(x,Permen) kalimat tersebut akan bernilai benar jika dan hanya jika semua kalimat di bawah ini benar.

AnakKecil(Budi) Suka(Budi,Permen) AnakKecil(Rahmad)Suka(Rahmad,Permen) AnakKecil(Anton) Suka(Anton,Permen)



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logika pada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.



·      Existential quantifiers

Existential menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat khusus. Artinya hanya beberapa bagian atau sebagian saja dari keseluruhan himpunan. Logika ini merupakan kebalikan dari logika Universal. Logika ini disimbolkan dengan yang memiliki makna "There Exist" atau (ada satu atau beberapa). Kita dapat menyatakan kalimat "Ada objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen" menjadi first order logic sebagai berikut:



x AnakKecil(x) SukaPermen(x).



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logikapada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.

2.5Equality

Equality merupakan pembandingan terhadap dua kalimat atau term yang memiliki nilai logika true atau false. Kedua kalimat dianggap sama jika memiliki nilai logika yang sama. Term1 =Term2 akan diinterpretasikan benar jika dan hanya jika memiliki nilai yang sama. Contoh bentuk dari equality adalah sebagai berikut :

Equality

x,ySaudara(x,y)   [¬ (x = y) m,f ¬ (m = f) OrangTua(m,x) OrangTua(f,x)  OrangTua (m,y) OrangTua (f,y)]


2.6 Inferensi pada First Order Logic

Proses Inferensi pada First Order Logic menggunakan 7 aturan inferensi yang digunakan pada Propositional Logic, dengan ditambah aturan yang lebih kompleks sehubungan dengan quantifiers, sebagai berikut :

1. Inference Rules Involving Quantifiers

SUBST(Ѳ,α): untuk menotasikan hasil dari pengaplikasian operasi subsitusi Ѳ terhadap sentence α.

SUBST({x/Andi, y/Budi}, Saudara(x,y)) = Saudara(Andi, Budi).

2. UniversalElimination:

Untuk setiap sentence α,variable v,dan ground erm(term yang tidak berisi variabel) g :

Dari x Suka(x, Membaca), dapat digunakan substitusi {x/Andi} dan melakukan inferensi bahwa Suka(Andi, Membaca)



3. Existential Elimination:

untuk setiap sentence , variabel v, dan simbol konstanta k yang tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan:

Dari x Membunuh(x, Korban), kita dapat menyimpulkan Membunuh{Penjahat, Korban}, selama Penjahat tidak tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan.

1.    Existential Introduction:

untuk setiap sentence , variabel v yang tidak terjadi pada , dan ground term g yang terjadi pada :

Dari Suka(Budi, Membaca) kita dapat menyimpulkan xSuka(x, Membaca).



6.1          Percobaan/ Review / Contoh Kode Program (Jika memang ada)

terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut :

-          Andi adalah seorang mahasiswa

-          Andi masuk Jurusan elektro

-          Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa Teknik

-          Kalkulus adalah matakuliah yang sulit

-          Setiap mahasiswa Teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya

-          Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah

-          Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah tersebut.

-          Andi tidak pernah hadir kuliah matakuliah kalkulus

• Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke bentuk logika predikat :

a.    mahasiswa(Andi)

b.    Elektro(Andi)

c.    x: Elektro(x) ->Teknik(x)

d.    sulit(Kalkulus)

e.    x: Teknik(x) -> suka(x, Kalkulus) benci(x, Kalkulus)

f.     x:y : suka(x,y)

g.    x: y: mahasiswa(x) sulit(y) ~hadir(x,y) ->~suka(x,y)

h.    ~hadir(Andi, Kalkulus)

• Kemudian dibuat dalam bentuk klausa :

1.    mahasiswa(Andi)

2.    Elektro(Andi)

3.    ~Elektro(x1) Teknik(x1)

4.    sulit(Kalkulus)

5.    ~Teknik(x2) suka(x2, Kalkulus) benci(x2, Kalkulus)

6.    suka(x3,f1(x3))

7.     ~mahasiswa(x4) ~sulit(y1) hadir(x4,y1) ~suka(x4,y1)

8.    ~hadir(Andi,Kalkulus)

• Akan dibuktikan apakah “Andi benci kalkulus” atau dapat ditulis benci(Andi,Kalkulus) ­



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists

Rekayasa pengetahuan pada logika orde pertama

1.      Identify the task.
2.      Assemble the relevant knowledge.
3.      Decide on a vocabulary of predicates, functions, and constants.
4.      Encode general knowledge about the domain
5.      Encode a description of the specific problem instance.
6.      Pose queries to the inference procedure and get answers.
7.      Debug the knowledge base.

Logika proposisi vs. Inferensi Logika Orde Pertama



        Bagian ini dan selanjutnya mengenalkan ide-ide yang mendasari sistem inferensi logis modern.
Kita mulai dengan beberapa aturan inferensi sederhana yang bisa diterapkan pada kalimat dengan
quantifiers untuk mendapatkan kalimat tanpa tanda pengenal. Aturan ini secara alami mengarah
pada gagasan bahwa pesanan pertama Kesimpulan dapat dilakukan dengan mengubah basis
pengetahuan menjadi logika dan penggunaan proposisional Inferensi proposisional,
yang sudah kita ketahui bagaimana melakukannya.Bagian selanjutnya menunjukkan sebuah
 jalan pintas yang jelas, mengarah ke metode inferensi yang memanipulasi kalimat orde pertama
secara langsung.


Unifikasi dan Lifting

Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut. Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
Dua atom (konstanta atau peubah) adalah identik.
Dua daftar identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
Sebuah konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat kepada konstanta.
Sebuah peubah tak terikat dipersatukan dengan sebuah peubah terikat.
Sebuah peubah terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
Dua peubah tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang sama (peubah atau konstanta).
Dua peubah terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke atom yang sama (peubah atau konstanta)


Referensi :Nama:Surya Nuryaman
NPM:16115722
Kelas:3KA10
Dosen: Essy Malays Sari Sakti




Logika Orde Pertama (First-Order Logic)

First-order logic itu salah satu jenis sistem formal, yang digunakan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan.

Dalam first-order logic, setiap pernyataan dianggap memiliki predikat. Predikat itu dapat menghubungkan pernyataan yang satu dengan yang lain.

Kalimat-kalimat dalam first-order-logic dibuat dengan format P( X,  Y). P adalah predikat dan X adalah subjek. Y adalah objek, yang merupakan variabel yang opsional.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
Kalimat asli: James makan apel.
Kalimat FOL: makan(James, apel)

Kalimat FOL dapat juga diberikan kuantor dan tanda-tanda logika lain, seperti berikut:
Kalimat asli: James suka daging dan Daisy suka sayur.
Kalimat FOL: suka(James, daging) ^ suka(Daisy, sayur)

Pembuktian
Ada dua cara untuk melakukan pembuktian menggunakan FOL, yaitu backward chaining dan proof by resolution.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja dijelaskan melalui contoh soal.

Misalkan ada kalimat-kalimat berikut:

1.       Thomas adalah seorang raja Inggris.
2.      Tina tinggal di kerajaan Inggris.
3.      Semua orang yang tinggal di kerajaan bahagia ketika raja baik.
4.      Thomas baik.
Lalu ditanyakan apakah Tina bahagia.

Pertama-tama, dibuat dulu bentuk FOL-nya, yaitu seperti berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      X, Y, Z: Tinggal(X, Y) ^ Raja(Z, Y) ^ Baik(Z) -> Bahagia(X)
4.      Baik(Thomas)
1. Cara backward chaining
Pada backward chaining, kita memulai pengecekan dengan menggunakan pertanyaan tadi sebagai awal chain. Lalu dilakukan chaining dengan premis-premis lain hingga menghasilkan nilai null.
Hasilnya adalah sebagai berikut:


2. Cara proof by resolution
Proof by resolution menggunakan teknik kontradiksi, dimana kita menggunakan premis yang berlawanan nilainya untuk membuktikan sesuatu.

Untuk melakukan proof by resolution, semua premis harus dibuat menjadi clause normal form (CNF)terlebih dahulu. Dalam CNF, semua premis tidak boleh menggunakan kuantor,  implikasi (jika X maka Y) dan biimplikasi (X jika dan hanya jika Y). Lalu, jawaban dari pertanyaan dianggap salah dan dijadikan premis. Premis baru ini dijadikan awal dari pembuktian.
CNF dari premis-premis tadi adalah sebagai berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      ~Tinggal(X1, Y1) v ~Raja(Z1, Y1) v ~Baik(Z1) v Bahagia(X1)
4.      Baik(Thomas)
5.      ~Bahagia(Tina)
Selanjutnya cara pengerjaan mirip dengan backward chaining, tetapi yang dihubungkan adalah premis dengan hasil yang berlawanan. Hasil kerjanya adalah sebagai berikut:

Propositional logic dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan fakta-fakta yang diproses menggunakan logika-logika sederhana saja. Sedangkan pada first order logic permasalahan diselesaikan dengan sentence yang merepresentasikan fakta dan term yang merepresentasikan objek. Komponen-komponen penting yang ada pada first order logic yaitu :

Objects : merupakan sesuatu yang dikenai logika-logika yang memiliki identitas untuk masing-masing individual (komputer, rumah, mobil, ...).

a.       Properties : sifat yang dimiliki oleh objek dan merupakan pembeda dengan objek lainnya (merah, besar, lingkaran, ...).

b.      Relations : aksi atau aktifitas yang menjadi penghubung antar objek dalam berelasi (saudara dari, lebih tinggi dari, bagian dari).

c.       Functions : merupakan relation yang memiliki satu nilai (ayah dari, teman baik,...).

Komponen-komponen yang sudah dijelaskan diatas disebut sebagai ontological commitment atau hal-hal apa saja yang diketahui dan dijelaskan di dalam logic yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya akan ditunjukkan beberapa jenis logic lain yang memiliki ontological commitment dan epistemological commitment (kebenaran apa yang dapat dinyatakan tentang sebuah sentence). Contoh beberapa logic lain adalah sebagai berikut :

Logic

Ontologi

Epistemological

Propositiona l logic

Facts

True/false/unk nown

First-order logic

Facts, objects, relations

True/false/unk nown

Temporal logic

Facts, objects, relations, times

True/false/unk nown

Probability theory

Facts

Degree of believe 0...1

Fuzzy logic

Degree of truth

Degree of believe 0...1



Elemen-elemen dasar terkecil yang dimiliki oleh first order logic adalah sebagai berikut :

·         Constants

Dituliskan dalam huruf besar seperti A, X, NAMA. Pada simbol konstanta ini, setiap simbol harus menyatakan secara spesifik objek yang dimaksud. Tetapi, mungkin saja satu simbol mengacu pada beberapa nama berbeda. Misalnya, MOBIL bisa mengacu pada MOBIL SEDAN, MOBIL JEEP, dan sebagainya. Oleh karena itu penulisan simbol konstanta harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerancuan atau ambiguitas.

·         Predicates

Menyatakan relasi khusus dalam suatu model yang menghubungkan antar objek yang memiliki hubungan. Misalkan Berwarna adalah suatu predicate yang memiliki beberapa nilai. Contoh : Berwarna(Mobil, Biru), Berwarna(Mobil, Merah), dan sebagainya.

·         Functions

Menyatakan relasi yang hanya membutuhkan satu nilai. Karena setiap orang hanya memiliki satu ayah, maka Ayah merupakan suatu function. Misalkan Ayah(Boediono, Zaki).

·         Variables

Dituliskan dalam huruf kecil seperti a, x, s dan sebagainya. Variable ini menyatakan simbol yang dapat digantikan oleh konstanta apapun dan bersifat dinamis.

·         Connectives

Merupakan logika yang menghubungkan di dalam suatu kalimat kompleks seperti : ∧∨ ¬ ⇒⇔

·         Equality

Merupakan logika yang membandingkan kesamaan antara dua atau lebih kalimat yang memiliki kesamaan nilai logika. Equality disimbolkan dengan tanda =

·         Quantifiers

Terdapat dua quantifier secara umum yaitu Universal quantifier () yang menyatakan sesuatu yang bersifat umumdan Existential quantifier () yang menyatakan sesuatu yang berlaku sebagian saja.



B.     Sintaks First Order Logic

Tata bahasa pada first order logic meliputi :

Ø  Terms

Merupakan ekspresi logika yang mengacu pada sebuah objek. Terms bisa berupa constant, variable, atau function. Penulisan term dapat dilihat pada contoh di bawah ini :


Text Box: function(term1,....,termn)
atau
constant
atau
variable           


Ø  Atomic sentences

Merupakan komponen yang dapat terbentuk dari Predicate(Term, ...) atau Term=Term. Atomic sentence merupakan kalimat paling sederhana dan belum memiliki komponen logika lainnya. Bentuk penulisan atomic sentences adalah sebagai berikut :



Text Box: predicate(term1,....,termn)
atau
term1 = term2


Contoh penggunaan adalah sebagai berikut :

Sepatu(Budi), Saudara(Ahmad, Anton), Memberi(Andi,Budi,KueCoklat), Saudara(Andi)=Budi, dan sebagainya.

Ø  Complex sentences

Merupakan kalimat kompleks yang tersusun dari beberapa atomic sentence yang saling terhubung berdasarkan logika dengan menggunakan connective. Bentuk penulisan dari complex sentences adalah sebagai berikut :

Complex Text Box: predicate1(term1,term2) perdicate2(term3)


Contoh penggunaan dari complex sentence adalah sebagai berikut:

o   Belajar(Andi) Pintar(Andi)

o   ¬S,S1S2,S1S2,S1 S2,S1  S2

o   Saudara(Ahmad,Andi) Saudara(Andi,Ahmad)

o   >(1, 2) ≤ (1, 2)

o   >(1, 2) ¬ > (1, 2)

o   Belajar(x, SC) Mengerti(x, AI)



C.    Semantik First Order Logic

Pada first order logic sama halnya dengan propositional logic sebuah kalimat first order logic dikatakan true terhadap sebuah model, artinya kalimat first order logic memiliki nilai kebenaran tertentu sehingga dianggap true atau false. Satu kalimat dalam first order logic dapat diinterpretasikan banyak cara dalam sebuah model. Model dalam first order logic terdiri dari :

o   Objects : elemen-elemen yang nyata ada pada permasalahan (domain elements)

o   Relations : hubungan antara elemen-elemen / objek-objek tertentu

Sebuah interpretasi mendefinisikan referent (yang dipetakan) sebagai berikut :

o   Constant symbols        : objects

o   Predicate symbols       : relations

o   Functions symbols      : functional relations

Kalimat first order logic memiliki maksud kalimat atomik predicate(term1,...,term2) dikatakan bernilai true dalam model m di bawah unterpretasi i jika dan hanya jika object yang di-refer (term1, ... , term2) di bawah i terhubung oleh relation yang di refer oleh predicate dalam m.



Ilustrasi pada gambar diatas menggambarkan komponen-komponen yang ada pada first order logic. Pada ilustrasi digambarkan bahwa terdapat orang dan raja. Hubungan keduanya adalah sebagai saudara satu dengan lainnya. Dari gambar tersebut dapat dilihat masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

·      Object

Ilustrasi menggambarkan ada seorang raja dan orang biasa, dapat kita ambil contoh objek yang ada adalah orang, raja, kaki raja dan kaki orang. Objek memiliki identitas tertentu yang nantinya akan melalui proses logika.



·      Function

function merupakan hubungan yang hanya membutuhkan satu nilai untuk satu objek, contoh pada ilustrasi adalah kaki digunakan oleh orang untuk berjalan.



·      Relation

menyatakan hubungan antar objek yang memiliki relasi tertentu, pada gambar ilustrasi terdapat relasi saudara antara orang dan raja.



2.4 Quantifiers

·      Universal quantifiers

Universal menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat umum. Simbol yang memiliki makna "untuk semua atau setiap" atau "for all" terhadap sebuah variabel x yang disimbolkan dengan x berarti bahwa kalimat tersebut berlaku untuk setiap objek x. Contoh permasalahan pada first order logic yang menggunakan Universal Quantifiers adalah sebagai berikut : Misalkan ada kalimat "Ikhsan adalah anak kecil", kalimat ini akan dinyatakan sebagai AnakKecil(Ikhsan), dan ada kalimat "Andi suka permen" dinyatakan sebagai Suka(Andi,Permen). Jika kita ingin membuat kalimat "Untuk setiap objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen". Maka kalimat dapat kita tuliskan pada bentuk first order logic sebagai:

x AnakKecil(x)Suka(x,Permen) kalimat tersebut akan bernilai benar jika dan hanya jika semua kalimat di bawah ini benar.

AnakKecil(Budi) Suka(Budi,Permen) AnakKecil(Rahmad)Suka(Rahmad,Permen) AnakKecil(Anton) Suka(Anton,Permen)



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logika pada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.



·      Existential quantifiers

Existential menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat khusus. Artinya hanya beberapa bagian atau sebagian saja dari keseluruhan himpunan. Logika ini merupakan kebalikan dari logika Universal. Logika ini disimbolkan dengan yang memiliki makna "There Exist" atau (ada satu atau beberapa). Kita dapat menyatakan kalimat "Ada objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen" menjadi first order logic sebagai berikut:



x AnakKecil(x) SukaPermen(x).



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logikapada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.

2.5Equality

Equality merupakan pembandingan terhadap dua kalimat atau term yang memiliki nilai logika true atau false. Kedua kalimat dianggap sama jika memiliki nilai logika yang sama. Term1 =Term2 akan diinterpretasikan benar jika dan hanya jika memiliki nilai yang sama. Contoh bentuk dari equality adalah sebagai berikut :

Equality

x,ySaudara(x,y)   [¬ (x = y) m,f ¬ (m = f) OrangTua(m,x) OrangTua(f,x)  OrangTua (m,y) OrangTua (f,y)]


2.6 Inferensi pada First Order Logic

Proses Inferensi pada First Order Logic menggunakan 7 aturan inferensi yang digunakan pada Propositional Logic, dengan ditambah aturan yang lebih kompleks sehubungan dengan quantifiers, sebagai berikut :

1. Inference Rules Involving Quantifiers

SUBST(Ѳ,α): untuk menotasikan hasil dari pengaplikasian operasi subsitusi Ѳ terhadap sentence α.

SUBST({x/Andi, y/Budi}, Saudara(x,y)) = Saudara(Andi, Budi).

2. UniversalElimination:

Untuk setiap sentence α,variable v,dan ground erm(term yang tidak berisi variabel) g :

Dari x Suka(x, Membaca), dapat digunakan substitusi {x/Andi} dan melakukan inferensi bahwa Suka(Andi, Membaca)



3. Existential Elimination:

untuk setiap sentence , variabel v, dan simbol konstanta k yang tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan:

Dari x Membunuh(x, Korban), kita dapat menyimpulkan Membunuh{Penjahat, Korban}, selama Penjahat tidak tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan.

1.    Existential Introduction:

untuk setiap sentence , variabel v yang tidak terjadi pada , dan ground term g yang terjadi pada :

Dari Suka(Budi, Membaca) kita dapat menyimpulkan xSuka(x, Membaca).



6.1          Percobaan/ Review / Contoh Kode Program (Jika memang ada)

terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut :

-          Andi adalah seorang mahasiswa

-          Andi masuk Jurusan elektro

-          Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa Teknik

-          Kalkulus adalah matakuliah yang sulit

-          Setiap mahasiswa Teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya

-          Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah

-          Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah tersebut.

-          Andi tidak pernah hadir kuliah matakuliah kalkulus

• Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke bentuk logika predikat :

a.    mahasiswa(Andi)

b.    Elektro(Andi)

c.    x: Elektro(x) ->Teknik(x)

d.    sulit(Kalkulus)

e.    x: Teknik(x) -> suka(x, Kalkulus) benci(x, Kalkulus)

f.     x:y : suka(x,y)

g.    x: y: mahasiswa(x) sulit(y) ~hadir(x,y) ->~suka(x,y)

h.    ~hadir(Andi, Kalkulus)

• Kemudian dibuat dalam bentuk klausa :

1.    mahasiswa(Andi)

2.    Elektro(Andi)

3.    ~Elektro(x1) Teknik(x1)

4.    sulit(Kalkulus)

5.    ~Teknik(x2) suka(x2, Kalkulus) benci(x2, Kalkulus)

6.    suka(x3,f1(x3))

7.     ~mahasiswa(x4) ~sulit(y1) hadir(x4,y1) ~suka(x4,y1)

8.    ~hadir(Andi,Kalkulus)

• Akan dibuktikan apakah “Andi benci kalkulus” atau dapat ditulis benci(Andi,Kalkulus) ­



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists

Rekayasa pengetahuan pada logika orde pertama

1.      Identify the task.
2.      Assemble the relevant knowledge.
3.      Decide on a vocabulary of predicates, functions, and constants.
4.      Encode general knowledge about the domain
5.      Encode a description of the specific problem instance.
6.      Pose queries to the inference procedure and get answers.
7.      Debug the knowledge base.

Logika proposisi vs. Inferensi Logika Orde Pertama



        Bagian ini dan selanjutnya mengenalkan ide-ide yang mendasari sistem inferensi logis modern.
Kita mulai dengan beberapa aturan inferensi sederhana yang bisa diterapkan pada kalimat dengan
quantifiers untuk mendapatkan kalimat tanpa tanda pengenal. Aturan ini secara alami mengarah
pada gagasan bahwa pesanan pertama Kesimpulan dapat dilakukan dengan mengubah basis
pengetahuan menjadi logika dan penggunaan proposisional Inferensi proposisional,
yang sudah kita ketahui bagaimana melakukannya.Bagian selanjutnya menunjukkan sebuah
 jalan pintas yang jelas, mengarah ke metode inferensi yang memanipulasi kalimat orde pertama
secara langsung.


Unifikasi dan Lifting

Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut. Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
Dua atom (konstanta atau peubah) adalah identik.
Dua daftar identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
Sebuah konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat kepada konstanta.
Sebuah peubah tak terikat dipersatukan dengan sebuah peubah terikat.
Sebuah peubah terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
Dua peubah tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang sama (peubah atau konstanta).
Dua peubah terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke atom yang sama (peubah atau konstanta)
First-order logic itu salah satu jenis sistem formal, yang digunakan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan.

Dalam first-order logic, setiap pernyataan dianggap memiliki predikat. Predikat itu dapat menghubungkan pernyataan yang satu dengan yang lain.

Kalimat-kalimat dalam first-order-logic dibuat dengan format P( X,  Y). P adalah predikat dan X adalah subjek. Y adalah objek, yang merupakan variabel yang opsional.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
Kalimat asli: James makan apel.
Kalimat FOL: makan(James, apel)

Kalimat FOL dapat juga diberikan kuantor dan tanda-tanda logika lain, seperti berikut:
Kalimat asli: James suka daging dan Daisy suka sayur.
Kalimat FOL: suka(James, daging) ^ suka(Daisy, sayur)

Pembuktian
Ada dua cara untuk melakukan pembuktian menggunakan FOL, yaitu backward chaining dan proof by resolution.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja dijelaskan melalui contoh soal.

Misalkan ada kalimat-kalimat berikut:

1.       Thomas adalah seorang raja Inggris.
2.      Tina tinggal di kerajaan Inggris.
3.      Semua orang yang tinggal di kerajaan bahagia ketika raja baik.
4.      Thomas baik.
Lalu ditanyakan apakah Tina bahagia.

Pertama-tama, dibuat dulu bentuk FOL-nya, yaitu seperti berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      X, Y, Z: Tinggal(X, Y) ^ Raja(Z, Y) ^ Baik(Z) -> Bahagia(X)
4.      Baik(Thomas)
1. Cara backward chaining
Pada backward chaining, kita memulai pengecekan dengan menggunakan pertanyaan tadi sebagai awal chain. Lalu dilakukan chaining dengan premis-premis lain hingga menghasilkan nilai null.
Hasilnya adalah sebagai berikut:


2. Cara proof by resolution
Proof by resolution menggunakan teknik kontradiksi, dimana kita menggunakan premis yang berlawanan nilainya untuk membuktikan sesuatu.

Untuk melakukan proof by resolution, semua premis harus dibuat menjadi clause normal form (CNF)terlebih dahulu. Dalam CNF, semua premis tidak boleh menggunakan kuantor,  implikasi (jika X maka Y) dan biimplikasi (X jika dan hanya jika Y). Lalu, jawaban dari pertanyaan dianggap salah dan dijadikan premis. Premis baru ini dijadikan awal dari pembuktian.
CNF dari premis-premis tadi adalah sebagai berikut:

1.       Raja(Thomas, Inggris)
2.      Tinggal(Tina, Inggris)
3.      ~Tinggal(X1, Y1) v ~Raja(Z1, Y1) v ~Baik(Z1) v Bahagia(X1)
4.      Baik(Thomas)
5.      ~Bahagia(Tina)
Selanjutnya cara pengerjaan mirip dengan backward chaining, tetapi yang dihubungkan adalah premis dengan hasil yang berlawanan. Hasil kerjanya adalah sebagai berikut:

Propositional logic dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan fakta-fakta yang diproses menggunakan logika-logika sederhana saja. Sedangkan pada first order logic permasalahan diselesaikan dengan sentence yang merepresentasikan fakta dan term yang merepresentasikan objek. Komponen-komponen penting yang ada pada first order logic yaitu :

Objects : merupakan sesuatu yang dikenai logika-logika yang memiliki identitas untuk masing-masing individual (komputer, rumah, mobil, ...).

a.       Properties : sifat yang dimiliki oleh objek dan merupakan pembeda dengan objek lainnya (merah, besar, lingkaran, ...).

b.      Relations : aksi atau aktifitas yang menjadi penghubung antar objek dalam berelasi (saudara dari, lebih tinggi dari, bagian dari).

c.       Functions : merupakan relation yang memiliki satu nilai (ayah dari, teman baik,...).

Komponen-komponen yang sudah dijelaskan diatas disebut sebagai ontological commitment atau hal-hal apa saja yang diketahui dan dijelaskan di dalam logic yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya akan ditunjukkan beberapa jenis logic lain yang memiliki ontological commitment dan epistemological commitment (kebenaran apa yang dapat dinyatakan tentang sebuah sentence). Contoh beberapa logic lain adalah sebagai berikut :

Logic

Ontologi

Epistemological

Propositiona l logic

Facts

True/false/unk nown

First-order logic

Facts, objects, relations

True/false/unk nown

Temporal logic

Facts, objects, relations, times

True/false/unk nown

Probability theory

Facts

Degree of believe 0...1

Fuzzy logic

Degree of truth

Degree of believe 0...1



Elemen-elemen dasar terkecil yang dimiliki oleh first order logic adalah sebagai berikut :

·         Constants

Dituliskan dalam huruf besar seperti A, X, NAMA. Pada simbol konstanta ini, setiap simbol harus menyatakan secara spesifik objek yang dimaksud. Tetapi, mungkin saja satu simbol mengacu pada beberapa nama berbeda. Misalnya, MOBIL bisa mengacu pada MOBIL SEDAN, MOBIL JEEP, dan sebagainya. Oleh karena itu penulisan simbol konstanta harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerancuan atau ambiguitas.

·         Predicates

Menyatakan relasi khusus dalam suatu model yang menghubungkan antar objek yang memiliki hubungan. Misalkan Berwarna adalah suatu predicate yang memiliki beberapa nilai. Contoh : Berwarna(Mobil, Biru), Berwarna(Mobil, Merah), dan sebagainya.

·         Functions

Menyatakan relasi yang hanya membutuhkan satu nilai. Karena setiap orang hanya memiliki satu ayah, maka Ayah merupakan suatu function. Misalkan Ayah(Boediono, Zaki).

·         Variables

Dituliskan dalam huruf kecil seperti a, x, s dan sebagainya. Variable ini menyatakan simbol yang dapat digantikan oleh konstanta apapun dan bersifat dinamis.

·         Connectives

Merupakan logika yang menghubungkan di dalam suatu kalimat kompleks seperti : ∧∨ ¬ ⇒⇔

·         Equality

Merupakan logika yang membandingkan kesamaan antara dua atau lebih kalimat yang memiliki kesamaan nilai logika. Equality disimbolkan dengan tanda =

·         Quantifiers

Terdapat dua quantifier secara umum yaitu Universal quantifier () yang menyatakan sesuatu yang bersifat umumdan Existential quantifier () yang menyatakan sesuatu yang berlaku sebagian saja.



B.     Sintaks First Order Logic

Tata bahasa pada first order logic meliputi :

Ø  Terms

Merupakan ekspresi logika yang mengacu pada sebuah objek. Terms bisa berupa constant, variable, atau function. Penulisan term dapat dilihat pada contoh di bawah ini :


Text Box: function(term1,....,termn)
atau
constant
atau
variable           


Ø  Atomic sentences

Merupakan komponen yang dapat terbentuk dari Predicate(Term, ...) atau Term=Term. Atomic sentence merupakan kalimat paling sederhana dan belum memiliki komponen logika lainnya. Bentuk penulisan atomic sentences adalah sebagai berikut :



Text Box: predicate(term1,....,termn)
atau
term1 = term2


Contoh penggunaan adalah sebagai berikut :

Sepatu(Budi), Saudara(Ahmad, Anton), Memberi(Andi,Budi,KueCoklat), Saudara(Andi)=Budi, dan sebagainya.

Ø  Complex sentences

Merupakan kalimat kompleks yang tersusun dari beberapa atomic sentence yang saling terhubung berdasarkan logika dengan menggunakan connective. Bentuk penulisan dari complex sentences adalah sebagai berikut :

Complex Text Box: predicate1(term1,term2) perdicate2(term3)


Contoh penggunaan dari complex sentence adalah sebagai berikut:

o   Belajar(Andi) Pintar(Andi)

o   ¬S,S1S2,S1S2,S1 S2,S1  S2

o   Saudara(Ahmad,Andi) Saudara(Andi,Ahmad)

o   >(1, 2) ≤ (1, 2)

o   >(1, 2) ¬ > (1, 2)

o   Belajar(x, SC) Mengerti(x, AI)



C.    Semantik First Order Logic

Pada first order logic sama halnya dengan propositional logic sebuah kalimat first order logic dikatakan true terhadap sebuah model, artinya kalimat first order logic memiliki nilai kebenaran tertentu sehingga dianggap true atau false. Satu kalimat dalam first order logic dapat diinterpretasikan banyak cara dalam sebuah model. Model dalam first order logic terdiri dari :

o   Objects : elemen-elemen yang nyata ada pada permasalahan (domain elements)

o   Relations : hubungan antara elemen-elemen / objek-objek tertentu

Sebuah interpretasi mendefinisikan referent (yang dipetakan) sebagai berikut :

o   Constant symbols        : objects

o   Predicate symbols       : relations

o   Functions symbols      : functional relations

Kalimat first order logic memiliki maksud kalimat atomik predicate(term1,...,term2) dikatakan bernilai true dalam model m di bawah unterpretasi i jika dan hanya jika object yang di-refer (term1, ... , term2) di bawah i terhubung oleh relation yang di refer oleh predicate dalam m.



Ilustrasi pada gambar diatas menggambarkan komponen-komponen yang ada pada first order logic. Pada ilustrasi digambarkan bahwa terdapat orang dan raja. Hubungan keduanya adalah sebagai saudara satu dengan lainnya. Dari gambar tersebut dapat dilihat masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

·      Object

Ilustrasi menggambarkan ada seorang raja dan orang biasa, dapat kita ambil contoh objek yang ada adalah orang, raja, kaki raja dan kaki orang. Objek memiliki identitas tertentu yang nantinya akan melalui proses logika.



·      Function

function merupakan hubungan yang hanya membutuhkan satu nilai untuk satu objek, contoh pada ilustrasi adalah kaki digunakan oleh orang untuk berjalan.



·      Relation

menyatakan hubungan antar objek yang memiliki relasi tertentu, pada gambar ilustrasi terdapat relasi saudara antara orang dan raja.



2.4 Quantifiers

·      Universal quantifiers

Universal menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat umum. Simbol yang memiliki makna "untuk semua atau setiap" atau "for all" terhadap sebuah variabel x yang disimbolkan dengan x berarti bahwa kalimat tersebut berlaku untuk setiap objek x. Contoh permasalahan pada first order logic yang menggunakan Universal Quantifiers adalah sebagai berikut : Misalkan ada kalimat "Ikhsan adalah anak kecil", kalimat ini akan dinyatakan sebagai AnakKecil(Ikhsan), dan ada kalimat "Andi suka permen" dinyatakan sebagai Suka(Andi,Permen). Jika kita ingin membuat kalimat "Untuk setiap objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen". Maka kalimat dapat kita tuliskan pada bentuk first order logic sebagai:

x AnakKecil(x)Suka(x,Permen) kalimat tersebut akan bernilai benar jika dan hanya jika semua kalimat di bawah ini benar.

AnakKecil(Budi) Suka(Budi,Permen) AnakKecil(Rahmad)Suka(Rahmad,Permen) AnakKecil(Anton) Suka(Anton,Permen)



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logika pada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.



·      Existential quantifiers

Existential menyatakan logika yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang bersifat khusus. Artinya hanya beberapa bagian atau sebagian saja dari keseluruhan himpunan. Logika ini merupakan kebalikan dari logika Universal. Logika ini disimbolkan dengan yang memiliki makna "There Exist" atau (ada satu atau beberapa). Kita dapat menyatakan kalimat "Ada objek x, jika x adalah anak kecil maka x suka permen" menjadi first order logic sebagai berikut:



x AnakKecil(x) SukaPermen(x).



Hal-hal yang harus dihindari pada penggunaan Quantifier Universal adalah penggunaan logikapada kalimat utama karena akan menimbulkan pengertian yang ambigu.

2.5Equality

Equality merupakan pembandingan terhadap dua kalimat atau term yang memiliki nilai logika true atau false. Kedua kalimat dianggap sama jika memiliki nilai logika yang sama. Term1 =Term2 akan diinterpretasikan benar jika dan hanya jika memiliki nilai yang sama. Contoh bentuk dari equality adalah sebagai berikut :

Equality

x,ySaudara(x,y)   [¬ (x = y) m,f ¬ (m = f) OrangTua(m,x) OrangTua(f,x)  OrangTua (m,y) OrangTua (f,y)]


2.6 Inferensi pada First Order Logic

Proses Inferensi pada First Order Logic menggunakan 7 aturan inferensi yang digunakan pada Propositional Logic, dengan ditambah aturan yang lebih kompleks sehubungan dengan quantifiers, sebagai berikut :

1. Inference Rules Involving Quantifiers

SUBST(Ѳ,α): untuk menotasikan hasil dari pengaplikasian operasi subsitusi Ѳ terhadap sentence α.

SUBST({x/Andi, y/Budi}, Saudara(x,y)) = Saudara(Andi, Budi).

2. UniversalElimination:

Untuk setiap sentence α,variable v,dan ground erm(term yang tidak berisi variabel) g :

Dari x Suka(x, Membaca), dapat digunakan substitusi {x/Andi} dan melakukan inferensi bahwa Suka(Andi, Membaca)



3. Existential Elimination:

untuk setiap sentence , variabel v, dan simbol konstanta k yang tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan:

Dari x Membunuh(x, Korban), kita dapat menyimpulkan Membunuh{Penjahat, Korban}, selama Penjahat tidak tidak tampak dimanapun di dalam basis pengetahuan.

1.    Existential Introduction:

untuk setiap sentence , variabel v yang tidak terjadi pada , dan ground term g yang terjadi pada :

Dari Suka(Budi, Membaca) kita dapat menyimpulkan xSuka(x, Membaca).



6.1          Percobaan/ Review / Contoh Kode Program (Jika memang ada)

terdapat pernyataan-pernyataan sebagai berikut :

-          Andi adalah seorang mahasiswa

-          Andi masuk Jurusan elektro

-          Setiap mahasiswa elektro pasti mahasiswa Teknik

-          Kalkulus adalah matakuliah yang sulit

-          Setiap mahasiswa Teknik pasti akan suka kalkulus atau akan membencinya

-          Setiap mahasiswa pasti akan suka terhadap suatu matakuliah

-          Mahasiswa yang tidak pernah hadir pada kuliah matakuliah sulit, maka mereka pasti tidak suka terhadap matakuliah tersebut.

-          Andi tidak pernah hadir kuliah matakuliah kalkulus

• Kedelapan pernyataan di atas dapat dibawa ke bentuk logika predikat :

a.    mahasiswa(Andi)

b.    Elektro(Andi)

c.    x: Elektro(x) ->Teknik(x)

d.    sulit(Kalkulus)

e.    x: Teknik(x) -> suka(x, Kalkulus) benci(x, Kalkulus)

f.     x:y : suka(x,y)

g.    x: y: mahasiswa(x) sulit(y) ~hadir(x,y) ->~suka(x,y)

h.    ~hadir(Andi, Kalkulus)

• Kemudian dibuat dalam bentuk klausa :

1.    mahasiswa(Andi)

2.    Elektro(Andi)

3.    ~Elektro(x1) Teknik(x1)

4.    sulit(Kalkulus)

5.    ~Teknik(x2) suka(x2, Kalkulus) benci(x2, Kalkulus)

6.    suka(x3,f1(x3))

7.     ~mahasiswa(x4) ~sulit(y1) hadir(x4,y1) ~suka(x4,y1)

8.    ~hadir(Andi,Kalkulus)

• Akan dibuktikan apakah “Andi benci kalkulus” atau dapat ditulis benci(Andi,Kalkulus) ­



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists



Penggunaan logika orde pertama

1.      Assertions and queries in first-order logic
2.      The kinship domain
3.      Numbers, sets, and lists

Rekayasa pengetahuan pada logika orde pertama

1.      Identify the task.
2.      Assemble the relevant knowledge.
3.      Decide on a vocabulary of predicates, functions, and constants.
4.      Encode general knowledge about the domain
5.      Encode a description of the specific problem instance.
6.      Pose queries to the inference procedure and get answers.
7.      Debug the knowledge base.

Logika proposisi vs. Inferensi Logika Orde Pertama



        Bagian ini dan selanjutnya mengenalkan ide-ide yang mendasari sistem inferensi logis modern.
Kita mulai dengan beberapa aturan inferensi sederhana yang bisa diterapkan pada kalimat dengan
quantifiers untuk mendapatkan kalimat tanpa tanda pengenal. Aturan ini secara alami mengarah
pada gagasan bahwa pesanan pertama Kesimpulan dapat dilakukan dengan mengubah basis
pengetahuan menjadi logika dan penggunaan proposisional Inferensi proposisional,
yang sudah kita ketahui bagaimana melakukannya.Bagian selanjutnya menunjukkan sebuah
 jalan pintas yang jelas, mengarah ke metode inferensi yang memanipulasi kalimat orde pertama
secara langsung.


Unifikasi dan Lifting

Unifikasi adalah usaha untuk mencoba membuat dua ekspresi menjadi identik (mempersatukan keduanya) dengan mencari substitusi-substitusi tertentu untuk mengikuti peubah-peubah dalam ekspresi mereka tersebut. Unifikasi merupakan suatu prosedur sistematik untuk memperoleh peubah-peubah instan dalam wffs. Ketika nilai kebenaran predikat adalah sebuah fungsi dari nilai-nilai yang diasumsikan dengan argumen mereka, keinstanan terkontrol dari nilai-nilai selanjutnya yang menyediakan cara memvalidasi nilai-nilai kebenaran pernyataan yang berisi predikat. Unifikasi merupakan dasar atas kebanyakan strategi inferensi dalam Kecerdasan Buatan. Sedangkan dasar dari unifikasi adalah substitusi.
Suatu substitusi (substitution) adalah suatu himpunan penetapan istilah-istilah kepada peubah, tanpa ada peubah yang ditetapkan lebih dari satu istilah. Sebagai pengetahuan jantung dari eksekusi Prolog, adalah mekanisme unifikasi.
Aturan-aturan unifikasi :
Dua atom (konstanta atau peubah) adalah identik.
Dua daftar identik, atau ekspresi dikonversi ke dalam satu buah daftar.
Sebuah konstanta dan satu peubah terikat dipersatukan, sehingga peubah menjadi terikat kepada konstanta.
Sebuah peubah tak terikat dipersatukan dengan sebuah peubah terikat.
Sebuah peubah terikat dipersatukan dengan sebuah konstanta jika pengikatan pada peubah terikat dengan konstanta tidak ada konflik.
Dua peubah tidak terikat disatukan. Jika peubah yang satu lainnya menjadi terikat dalam upa-urutan langkah unifikasi, yang lainnya juga menjadi terikat ke atom yang sama (peubah atau konstanta).
Dua peubah terikat disatukan jika keduanya terikat (mungkin melalui pengikatan tengah) ke atom yang sama (peubah atau konstanta)


Referensi :
Ebook Artifical Intelligence A Modern Approach(3rd Edition)
Download:
http://web.cecs.pdx.edu/~mperkows/CLASS_479/2017_ZZ_00/02__GOOD_Russel=Norvig=Artificial%20Intelligence%20A%20Modern%20Approach%20(3rd%20Edition).pdf

http://imamcs.lecture.ub.ac.id/tag/logika-order-pertama-first-order-logic/
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/slide_8_log_inf.pptx
https://www.scribd.com/document/356627886/Bab-6-First-Order-Logic

http://www.binus.ac.id

Ebook Artifical Intelligence A Modern Approach(3rd Edition)
Download:
http://web.cecs.pdx.edu/~mperkows/CLASS_479/2017_ZZ_00/02__GOOD_Russel=Norvig=Artificial%20Intelligence%20A%20Modern%20Approach%20(3rd%20Edition).pdf

http://imamcs.lecture.ub.ac.id/tag/logika-order-pertama-first-order-logic/
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/slide_8_log_inf.pptx
https://www.scribd.com/document/356627886/Bab-6-First-Order-Logic

http://www.binus.ac.id

Ebook Artifical Intelligence A Modern Approach(3rd Edition)
Download:
http://web.cecs.pdx.edu/~mperkows/CLASS_479/2017_ZZ_00/02__GOOD_Russel=Norvig=Artificial%20Intelligence%20A%20Modern%20Approach%20(3rd%20Edition).pdf

http://imamcs.lecture.ub.ac.id/tag/logika-order-pertama-first-order-logic/
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/slide_8_log_inf.pptx
https://www.scribd.com/document/356627886/Bab-6-First-Order-Logic

http://www.binus.ac.id

Ebook Artifical Intelligence A Modern Approach(3rd Edition)
Download:
http://web.cecs.pdx.edu/~mperkows/CLASS_479/2017_ZZ_00/02__GOOD_Russel=Norvig=Artificial%20Intelligence%20A%20Modern%20Approach%20(3rd%20Edition).pdf

http://imamcs.lecture.ub.ac.id/tag/logika-order-pertama-first-order-logic/
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/slide_8_log_inf.pptx
https://www.scribd.com/document/356627886/Bab-6-First-Order-Logic

http://www.binus.ac.id


TUGAS 4 SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TUGAS 4 SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2 SURYA NURYAMAN 16115722 4KA10 Practice Test 1 (Listening Section)  7. Sp...