Surya Nuryaman
16115722
4KA10
1. Apa yang dimaksud
dengan teknologi informasi? Apa fungsi dan manfaat dari teknologi sistem
informasi? Jelaskan!
2. Sebutkan dan
jelaskan keuntungan dan kerugian teknologi sistem informasi! Berikan contoh
penerapan/pengaplikasian teknologi informasi dalam bidang Pendidikan!
3. Kendala-kendala apa
saja yang terdapat dalam penerapan/pengaplikasian teknologi sistem informasi!
Jelaskan
Jawab .
1. Teknologi
informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian
informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi
tersebut akan lebih cepat, lebih luas penyebarannya, dan lebih lama
penyimpanannya.
Fungsi =
- Teknologi
informasi sebagai Penangkap (Capture)
- Teknologi
Informasi sebagai Pengolah (Processing)
- Teknologi
Informasi sebagai Menghasilkan (Generating)
- Teknologi
Informasi sebagai Penyimpan (Storage)
- Teknologi
Informasi sebagai Pencari Kembali (Retrieval)
- Teknologi
Informasi sebagai Transmisi (Transmission)
Manfaat
=
- Memudahkan kita dalam
memperoleh informasi serta melakukan komunikasi,
- Terbukanya peluang bisnis yang baru,
- Adanya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan publik,
- Adanya peningkatan layanan informasi jarak jah dalam bidang kesehatan
(telemedicine),
- Terciptanya e-Learning sebagai salah satu sarana dalam memperbaiki
sistem pendidikan,
- Terciptanya lapangan pekerjaan,
- Memperkaya ilmu dan pengetahuan dalam semua bidang termasuk dalam aspek
kebudayaan,
- Terdorongnya proses demokrasi dalam segala hal
2. Setiap
perkembangan yang terjadi, pasti akan berdampak positif dan juga
negatif terhadap manusia. Tidak terkecuali teknologi informasi dan
komunikasi, berbagai sektor sangat terbantu dengan penemuan- penemuan
yang ada, namun kerugian- kerugian juga muncul dari hal ini. Kejadian
ini sebenarnya tergantung dari user yang memanfaatkannya.
Berikut ini adalah keuntungan dari teknologi Informasi dan komunikasi :
- Membantu mempercepat pekerjaan manusia.
Dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan
menjadi lebih cepat dan mudah. Misalnya, proses pembuatan proposal
yaysan sosial, apabila menggunakan mesin ketik, maka diperlukan waktu
yang lama dan dengan keakuratan yang rendah. Lain halnya apabila
dikerjakan dengan menggunakan komputer dan printer untuk
mencetaknya,pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan akurat untuk
menyusun proposal yang akan dikerjakan.
- Mempermudah komunikasi jarak jauh.
Sebelum
adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, proses
komunikasi masih bersifat analog. Untuk mengirimkan kabar menuju
keluarga yang letaknya jauh, harus menggunkan surat dengan waktu tempuh
lebih dari 2 hari, dan itupun terkadang tidak sampai pada tujuan. Dengan
teknologi sekarang, bisa menggunakan sms, e-mail dan lain sebagainya
yang merupakan produk teknologi informasi. Dengan menggunakannya, maka
jarak yang jauh bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, waktu
tempuhpun menjadi relatif singkat dengan keakuratan yang sangat
terjamin.
- Mempermudah sistem administrasi.
Sistem
administrasi tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi dan
komunikasi akan menjadi lambat dan membutuhkan tempat yang besar. Dalam
hal ini, misalny saja untuk proses penghitungan suara oleh KPU. Dalam
hitungan jam saja, sudah bisa terakumulasi total suara dalam satu
negara. Betapa besar manfaat adanya teknologi ini. Bisa dibayangkan
seandainya tidak ada teknologi ini, mungkin diperlukan waktu hingga
berbulan-bulan untuk melakukan penghitungan secara manual.
- Mempermudah proses transaksi keuangan.
Sebelum
berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, proses transaksi
keuangan dilakukan secara konvensional. Nasabah harus mendatangi Bank
untuk bertransaksi, begitu pula apabila akan dilakukan trnasaksi jual
beli, pihka pembeli harus bertemu dengan pihak penjual untuk kemudian
bertransaksi secara langsung. Namun, sekarang ini, proses transaksi
sudah bisa dilakukan melalui berbagai cara, yakni bisa melelui ATM, SMS
Banking dan E-Banking. Dengan cara- cara ini, maka kedua belah pihak
yang terlibat transaksi tidak harus bertemu
Selain
keuntungan yang diperoleh dari perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, jug amuncul kerugian atau efek negatifnya, yaitu antara lain
:
- Komunikasi menjadi hampa.
Sebelum
adanya teknologi bidang komunikasi, untuk melakukan komunikasi, haruslah
bertemu antara satu pihka dengan pihak lainnya, sehingga proses
komunikasi menjadi nyata dan transparan. Sekarang ini, proses komunikasi
tidak harus bertatap muka, sehingga terasa kurang puas.
- Penyalahgunaan untuk tindakan kriminal dan asusila.
Maraknya
penipuan dan penuculikan belakangan ini melalui situs jejaring sosial,
juga merupakan efek negatif dari berkembangnya dunia informasi dan
komunikasi. Selain itu, bahaya dari situs prnografi merupakan acncaman
nyata bagi para generasi mida,khususnya siswa sekolah.
- Penyalahgunaan untuk pencurian keuangan.
Belakangan ini muncul berita mengenai pembobolan uang nasabah, dari hal
ini jelas sekali bahwa kemampuan di bidang teknologi informasi dan
komunikasi yang tidak diimbangi dengan iman yang kuat, maka seseorang
dapat terjerumus dalam tindakan pencurian melalui media internet.
- Munculnya perilaku individualisme,ketergantungan dan egois.
Semakin
tergantungnya manusia akan bidang ini, maka jiwa sosialnya
akanberkurang. Misalnya saja orang akan lebih senang berada didepan
komputer dari pada mengikuti kegiatan remaja atau ibadah.
- Manusia menjadi malas beraktifitas.
Ini
adalah dampak yang paling nyata yang dapat kita lihat dan rasakan,
hampir tiap waktu, sepulang sekolah, siswa sekolah lebih banyak
menghabiskan waktunya di warnet untuk bermain game online. waktu mereka
untuk belajarpun menjadi berkurang, disinilah peran orang tua harus
aktif untuk bisa menjelaskan pada anaknya mengenai pembagian waktu untuk
belajar dan bermain.
pengaplikasian teknologi sistem informasi dalam bidang pendidikan antara lain :
- Bagi
peserta didik, mereka tidak akan ketinggalan informasi mengenai beberapa
ilmu dan pengetahuan penting yang bersangkutan dengan pelajaran
sekolah, misalnya tentang sejarah suatu negara, budaya dan lain
sebagainya.
- Sumber
pengetahuan yang dicari dapat diakses dengan mudah, misalnya mengenai
latihan SNMPTN online dalam rangka mempersiapkan diri sebelum
menghadapai ujian yang sebenarnya.
- Bagi penyelenggara pendidikan, setidaknya akan mempermudah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didiknya.
- Memungkinkan mereka menjangkau peserta didik yang berada jauh dari tempatnya via program pembelajaran jarak jauh atau virtual.
- Tersedianya e-library yang akan membantu mereka dalam mengurangi biaya penyediaan buku di perpusatakaan, dan lain sebagainya.
3. Sebuah
sumber yaitu Bappenas memaparkan hasil temuannya melalui Survey,
Kunjungan dan Wawancara (disajikan dengan prosentase responden) mengenai
penerapan Teknologi Informasi di pemerintahan. Kendala-kendala yang
terjadi adalah :
kendala penerapan teknologi Informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik
Berkaitan
dengan peran teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan
pemerintahan yang baik (good governance), sebagian besar
departemen/institusi tampaknya akan memerlukan waktu untuk mempersiapkan
diri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemanfaatan teknologi
informasi di sebagian besar departemen/institusi.
Kendala dalam dukungan teknologi informasi untuk pelayanan publik.
- Saat
ini informasi yang dapat diakses oleh publik masih amat terbatas
sifatnya, berupa informasi umum mengenai departemen/institusi (67,2%)
dan belum berupa informasi yang berkaitan dengan sistem prosedur atau
tata cara yang berhubungan dengan pelayanan publik (37,3%). Salah satu
yang menyebabkan keterbatasan ini adalah tidak adanya acuan atau panduan
di tingkat nasional, seperti yang diharapkan oleh sebagian besar
departemen/institusi tersebut (68,7%) dalam bentuk suatu kebijakan yang
jelas untuk menyebarkan informasi atau data secara umum kepada publik
(71,6%).
- Di
sisi lain, sebagian besar departemen/institusi melihat belum mapannya
dukungan infrastruktur (64,2%) dan kurangnya ketersediaan sumber dana
dan sumber daya manusia yang memadai (59,7%) sebagai beberapa kendala
yang harus diatasi sebelum pelayanan publik dengan dukungan teknologi
informasi dapat ditingkatkan.
- Dari
sisi dampak positif akan penerapan teknologi informasi dalam pelayanan
publik, sebagian besar departemen/institusi lebih mengharapkan adanya
peningkatan kinerja organisasinya sendiri dalam bentuk meningkatnya
pelayanan dan efisiensi dari birokrasi (85,1%), walaupun sebagian sudah
melihat adanya peningkatan dalam aspek transparansi birokrasi (49,3%).
Kendala Sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi.
- Ketersediaan
SDM dalam bidang teknologi informasi tampaknya menjadi kendala utama
yang dihadapi oleh sebagian besar departemen/institusi pemerintah (70%).
Hal ini besar kemungkinannya berkaitan dengan pola pengembangan SDM di
bidang teknologi informasi yang kurang menarik minat orang-orang yang
berkualitas seperti: a) masalah dengan gaji dan fasilitas yang kurang
memadai (55,2%); b) program pengembangan SDM lebih berupa pelatihan
internal (89,6%) atau seminar/workshop (67,2%) dibanding memberikan bea
siswa misalnya; c) cakupan pekerjaan yang sebagian besar berada pada
level “operator” dalam bentuk pemeliharaan data dan aplikasi (82,1%)
atau pelatihan pada pemakai (79,1%), walaupun ada juga yang sampai pada
level “analis” seperti perancangan aplikasi (68,7%); d) tidak adanya
perlakuan khusus (47,8%) baik dalam bentuk insentif maupun jenjang
karir.
- Sebagian
besar departemen/institusi mengharapkan adanya kebijakan yang mengatur
struktur dan jenjang karir SDM di bidang teknologi informasi (84,1%) dan
juga kebijakan untuk pendidikan teknologi informasi berupa sertifikasi
dan akreditasi (59,4%) dalam kebijakan nasional dalam bidang teknologi
informasi Menurut Budi Raharjo (PPAU Mikroelektronika ITB) dalam
tulisannya Peningkatan Literasi Komputer dan Pemanfaatan Telematika di
Lingkungan Pemerintah Daerah mengungkapkan : Masih banyak kendala yang
dihadapi dalam rangka mengimplementasikan atau mengaplikasikan Teknologi
Informasi pada Pemerintahan Daerah. Salah satu kendala utama yang ada
di Indonesia adalah adanya keterbukaan atau transparansi. Tanpa adanya
komitmen dari Pemerintah, maka penggunaan Teknologi Informasi akan
menjadi sia-sia. Kendala lain yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah
adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) setempat yang dapat mendukung
kegiatan bisnis, ekonomi, dan Pemerintahan Daerah. Masalah ini menjadi
sensitif jika dikaitkan dengan masalah seputar prioritas terhadap “putra
daerah”. Penerapan Teknologi Informasi dapat membantu Pemerintah Daerah
untuk meningkatkan kemampuan putra daerah dengan kemudahan mendapatkan
informasi dari mana saja di seluruh dunia. Sebagian bantuan dan
konsultasi dapat dilakukan melalui Internet tanpa perlu mendatangkan
konsultan asing. Jika dilihat dari sudut pandang ini, maka penerapan
Teknologi Informasi secara politis menjadi sangat penting.